Rani, mahasiswa seni yang baru memenangkan lomba komik independen, tiba-tiba dibanjiri tuduhan plagiat di media sosial. Sebuah akun anonim memposting perbandingan panel yang tampak mirip dengan karya webkomik lama, memicu thread panjang dan komentar pedas. Sponsor mulai mundur, teman sekelas mendadak menjaga jarak, dan dosen pembimbing menuntut klarifikasi. Didorong rasa panik sekaligus ingin membuktikan diri, Rani mengumpulkan bukti proses: sketsa mentah, catatan waktu, serta rekaman progres yang tersebar di laptop, ponsel, dan cloud.
Penyelidikan Rani membawa ia pada jejak konten yang diarsipkan tanpa izin, serta jaringan akun yang saling mem-boost rumor. Bersama dua sahabat yang masih percaya, ia menelusuri metadata file, log sinkronisasi, dan arsip workshop lama untuk memetakan alur orisinalitas. Saat tekanan publik makin memuncak, Rani menggelar sesi menggambar langsung sembari memaparkan bukti, kemudian membuka kedok sumber kemiripan yang tidak disangka. Akhirnya namanya terbela, tetapi jejak digital tidak pernah benar-benar hilang, menyisakan refleksi pahit tentang reputasi di era viralisasi.
Rani, mahasiswa seni yang baru memenangkan lomba komik independen, tiba-tiba dibanjiri tuduhan plagiat di media sosial. Sebuah akun anonim memposting perbandingan panel yang tampak mirip dengan karya webkomik lama, memicu thread panjang dan komentar pedas. Sponsor mulai mundur, teman sekelas mendadak menjaga jarak, dan dosen pembimbing menuntut klarifikasi. Didorong rasa panik sekaligus ingin membuktikan diri, Rani mengumpulkan bukti proses: sketsa mentah, catatan waktu, serta rekaman progres yang tersebar di laptop, ponsel, dan cloud.
Penyelidikan Rani membawa ia pada jejak konten yang diarsipkan tanpa izin, serta jaringan akun yang saling mem-boost rumor. Bersama dua sahabat yang masih percaya, ia menelusuri metadata file, log sinkronisasi, dan arsip workshop lama untuk memetakan alur orisinalitas. Saat tekanan publik makin memuncak, Rani menggelar sesi menggambar langsung sembari memaparkan bukti, kemudian membuka kedok sumber kemiripan yang tidak disangka. Akhirnya namanya terbela, tetapi jejak digital tidak pernah benar-benar hilang, menyisakan refleksi pahit tentang reputasi di era viralisasi.
Rani, mahasiswa seni yang baru memenangkan lomba komik independen, tiba-tiba dibanjiri tuduhan plagiat di media sosial. Sebuah akun anonim memposting perbandingan panel yang tampak mirip dengan karya webkomik lama, memicu thread panjang dan komentar pedas. Sponsor mulai mundur, teman sekelas mendadak menjaga jarak, dan dosen pembimbing menuntut klarifikasi. Didorong rasa panik sekaligus ingin membuktikan diri, Rani mengumpulkan bukti proses: sketsa mentah, catatan waktu, serta rekaman progres yang tersebar di laptop, ponsel, dan cloud.
Penyelidikan Rani membawa ia pada jejak konten yang diarsipkan tanpa izin, serta jaringan akun yang saling mem-boost rumor. Bersama dua sahabat yang masih percaya, ia menelusuri metadata file, log sinkronisasi, dan arsip workshop lama untuk memetakan alur orisinalitas. Saat tekanan publik makin memuncak, Rani menggelar sesi menggambar langsung sembari memaparkan bukti, kemudian membuka kedok sumber kemiripan yang tidak disangka. Akhirnya namanya terbela, tetapi jejak digital tidak pernah benar-benar hilang, menyisakan refleksi pahit tentang reputasi di era viralisasi.