Seorang pria modern tiba-tiba bereinkarnasi sebagai adipati penjahat yang di masa depan akan diadili dan dijatuhi hukuman oleh putrinya sendiri. Berbekal ingatan akan akhir tragis itu, ia memutuskan berhenti total dari aksi jahat, merombak kebijakan wilayah, serta menjadi ayah yang benar-benar hadir. Namun upaya canggungnya justru menimbulkan salah paham di kalangan bangsawan dan rakyat, sementara putrinya tumbuh menjadi sosok berwibawa yang dingin, dijuluki Nona Es.
Saat intrik politik dan ramalan buruk kembali bermunculan, sang ayah berjuang membalik semua bendera kemalangan tanpa mengulang kesalahan lamanya. Ia menavigasi perebutan kekuasaan, menjaga keamanan wilayah, dan yang paling sulit, mencairkan hati putrinya yang makin tertutup. Humor salah paham, momen wholesome keluarga, dan duel akal para bangsawan berpadu dalam kisah tebusan dosa seorang ayah yang ingin membuktikan bahwa masa depan tidak harus berakhir di ruang pengadilan putrinya.
Seorang pria modern tiba-tiba bereinkarnasi sebagai adipati penjahat yang di masa depan akan diadili dan dijatuhi hukuman oleh putrinya sendiri. Berbekal ingatan akan akhir tragis itu, ia memutuskan berhenti total dari aksi jahat, merombak kebijakan wilayah, serta menjadi ayah yang benar-benar hadir. Namun upaya canggungnya justru menimbulkan salah paham di kalangan bangsawan dan rakyat, sementara putrinya tumbuh menjadi sosok berwibawa yang dingin, dijuluki Nona Es.
Saat intrik politik dan ramalan buruk kembali bermunculan, sang ayah berjuang membalik semua bendera kemalangan tanpa mengulang kesalahan lamanya. Ia menavigasi perebutan kekuasaan, menjaga keamanan wilayah, dan yang paling sulit, mencairkan hati putrinya yang makin tertutup. Humor salah paham, momen wholesome keluarga, dan duel akal para bangsawan berpadu dalam kisah tebusan dosa seorang ayah yang ingin membuktikan bahwa masa depan tidak harus berakhir di ruang pengadilan putrinya.
Seorang pria modern tiba-tiba bereinkarnasi sebagai adipati penjahat yang di masa depan akan diadili dan dijatuhi hukuman oleh putrinya sendiri. Berbekal ingatan akan akhir tragis itu, ia memutuskan berhenti total dari aksi jahat, merombak kebijakan wilayah, serta menjadi ayah yang benar-benar hadir. Namun upaya canggungnya justru menimbulkan salah paham di kalangan bangsawan dan rakyat, sementara putrinya tumbuh menjadi sosok berwibawa yang dingin, dijuluki Nona Es.
Saat intrik politik dan ramalan buruk kembali bermunculan, sang ayah berjuang membalik semua bendera kemalangan tanpa mengulang kesalahan lamanya. Ia menavigasi perebutan kekuasaan, menjaga keamanan wilayah, dan yang paling sulit, mencairkan hati putrinya yang makin tertutup. Humor salah paham, momen wholesome keluarga, dan duel akal para bangsawan berpadu dalam kisah tebusan dosa seorang ayah yang ingin membuktikan bahwa masa depan tidak harus berakhir di ruang pengadilan putrinya.