Mori Buntarou, siswa pindahan yang super pendiam, tanpa sengaja menemukan bakatnya saat mencoba panjat tebing. Di dinding batu yang dingin dan sunyi, ia merasa paling hidup. Ketertarikannya cepat berubah jadi obsesi. Ia menolak keramaian dan aturan, memilih mendaki seorang diri di rute yang makin berbahaya. Setiap pegangan batu menguji nyali, teknik, dan luka batinnya yang belum sembuh.
Dari tebing sekolah sampai pegunungan musim dingin, Mori menghadapi rival, mentor, dan tragedi yang mengubah cara pandangnya pada diri sendiri. Ketika badai, ketinggian, dan rasa takut menutup semua jalan aman, ia dipaksa memutuskan: tetap jadi sosok soliter yang menantang batas tanpa kompromi, atau membuka ruang bagi orang lain agar bisa bertahan hidup dan menemukan makna di puncak yang sesungguhnya.
Mori Buntarou, siswa pindahan yang super pendiam, tanpa sengaja menemukan bakatnya saat mencoba panjat tebing. Di dinding batu yang dingin dan sunyi, ia merasa paling hidup. Ketertarikannya cepat berubah jadi obsesi. Ia menolak keramaian dan aturan, memilih mendaki seorang diri di rute yang makin berbahaya. Setiap pegangan batu menguji nyali, teknik, dan luka batinnya yang belum sembuh.
Dari tebing sekolah sampai pegunungan musim dingin, Mori menghadapi rival, mentor, dan tragedi yang mengubah cara pandangnya pada diri sendiri. Ketika badai, ketinggian, dan rasa takut menutup semua jalan aman, ia dipaksa memutuskan: tetap jadi sosok soliter yang menantang batas tanpa kompromi, atau membuka ruang bagi orang lain agar bisa bertahan hidup dan menemukan makna di puncak yang sesungguhnya.
Mori Buntarou, siswa pindahan yang super pendiam, tanpa sengaja menemukan bakatnya saat mencoba panjat tebing. Di dinding batu yang dingin dan sunyi, ia merasa paling hidup. Ketertarikannya cepat berubah jadi obsesi. Ia menolak keramaian dan aturan, memilih mendaki seorang diri di rute yang makin berbahaya. Setiap pegangan batu menguji nyali, teknik, dan luka batinnya yang belum sembuh.
Dari tebing sekolah sampai pegunungan musim dingin, Mori menghadapi rival, mentor, dan tragedi yang mengubah cara pandangnya pada diri sendiri. Ketika badai, ketinggian, dan rasa takut menutup semua jalan aman, ia dipaksa memutuskan: tetap jadi sosok soliter yang menantang batas tanpa kompromi, atau membuka ruang bagi orang lain agar bisa bertahan hidup dan menemukan makna di puncak yang sesungguhnya.