Hana baru sadar dari koma setelah kecelakaan di masa SMP dan kembali ke sekolah saat teman-temannya sudah tiga tahun lebih maju. Di kelas, ia bertemu lagi dengan Ren, sahabat sekaligus cinta pertamanya, yang kini lebih dewasa dan menjaga jarak. Saat berusaha mengejar pelajaran dan ritme sosial yang berubah, Hana merasakan ruang kosong di harinya, seolah ada potongan waktu yang lenyap setiap kali emosinya memuncak.
Ren diam-diam menyimpan buku catatan berisi kenangan yang ia kumpulkan untuk Hana selama ia tertidur, tetapi membukanya berarti menyingkap rahasia yang ia tahan selama ini. Bersama, mereka menyusun kembali hari-hari yang raib dan menantang sindrom losstime yang bisa menghapus momen baru mereka. Menjelang festival sekolah, Hana harus memilih untuk mengunci perasaannya agar waktu tetap stabil, atau berani jatuh cinta lagi meski risikonya adalah kehilangan ingatan yang baru ia rajut.
Hana baru sadar dari koma setelah kecelakaan di masa SMP dan kembali ke sekolah saat teman-temannya sudah tiga tahun lebih maju. Di kelas, ia bertemu lagi dengan Ren, sahabat sekaligus cinta pertamanya, yang kini lebih dewasa dan menjaga jarak. Saat berusaha mengejar pelajaran dan ritme sosial yang berubah, Hana merasakan ruang kosong di harinya, seolah ada potongan waktu yang lenyap setiap kali emosinya memuncak.
Ren diam-diam menyimpan buku catatan berisi kenangan yang ia kumpulkan untuk Hana selama ia tertidur, tetapi membukanya berarti menyingkap rahasia yang ia tahan selama ini. Bersama, mereka menyusun kembali hari-hari yang raib dan menantang sindrom losstime yang bisa menghapus momen baru mereka. Menjelang festival sekolah, Hana harus memilih untuk mengunci perasaannya agar waktu tetap stabil, atau berani jatuh cinta lagi meski risikonya adalah kehilangan ingatan yang baru ia rajut.
Hana baru sadar dari koma setelah kecelakaan di masa SMP dan kembali ke sekolah saat teman-temannya sudah tiga tahun lebih maju. Di kelas, ia bertemu lagi dengan Ren, sahabat sekaligus cinta pertamanya, yang kini lebih dewasa dan menjaga jarak. Saat berusaha mengejar pelajaran dan ritme sosial yang berubah, Hana merasakan ruang kosong di harinya, seolah ada potongan waktu yang lenyap setiap kali emosinya memuncak.
Ren diam-diam menyimpan buku catatan berisi kenangan yang ia kumpulkan untuk Hana selama ia tertidur, tetapi membukanya berarti menyingkap rahasia yang ia tahan selama ini. Bersama, mereka menyusun kembali hari-hari yang raib dan menantang sindrom losstime yang bisa menghapus momen baru mereka. Menjelang festival sekolah, Hana harus memilih untuk mengunci perasaannya agar waktu tetap stabil, atau berani jatuh cinta lagi meski risikonya adalah kehilangan ingatan yang baru ia rajut.